April 03, 2025
 
Advertisement

Latest News

TEKNOLOGI

PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumbe...

Published by Admin

TOP LINE

LATEST

TUTORIALS

HIGHLIGHT

PERFORMANCE

Pengukuran Pengaman pada Sistem Pembumian TN

By GEDABUZ - Jumat, 24 Agustus 2012

Sistem pembumian TN-C-S penghantar netral (N) dan penghantar proteksi (PE) digabungkan dalam penghantar tunggal, disebagian sistem. Beban tiga phasa terjadi gangguan isolasi pada belitan phasa-1 gambar-11.24.

Gambar 11.24 : Sistem pembumian TN-C-S digabung kawat PE

Alternatif-1 :
Jalannya arus saat terjadi gangguan adalah : Arus dari trafo -> L1 -> belitan phasa-1 -> badan alat-> kawat PE -> netral trafo.

Alternatif-2 :
Kawat PEN dekat trafo putus, arus dari trafo -> L1 -> belitan phasa-1 -> badan alat -> kawat PE ---> terminal penyama potensial -> pembumian RA -> tanah -> pembumian RB -> netral trafo.

Gambar 11.25 : Beda tegangan titik netral akibat gangguan ketanah

Perbandingan tahanan RB dan RE :



Kondisi normal tegangan phasa ke netral L1-N = L2-N = L3-N = 230 V
hubungan bintang dengan titik netral dibumikan di RB gambar-11.25. Sehingga
tegangan phasa ke phasa L1-L2 = L2-L3 = L3-L1 = 400 V. Ketika terjadi
gangguan phasa L1-PE, drop tegangan di RB = 50 V. Sehingga titik netral PEN
Gambar 11.23 : Sistem
Pembumian IT
Gambar 11.24 : Sistem pembumian
TN-C-S digabung kawat PE
Gambar 11.25 : Beda tegangan
titik netral akibat gangguan ke
tanahbergeser sebesar = 50V, besarnya tegangan phasa L1-N menjadi 180 V (230V-
50V). Tegangan phasa L2-N = L3-N menjadi 259V (metode geometris).

Tabel 11.5. Waktu pemutusan maksimum sistem TN



Tabel 11.6. Penampang penghantar sistem TN



Follow our blog on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

0 komentar for "Pengukuran Pengaman pada Sistem Pembumian TN"

Leave a Reply

Pages 22123456 ยป
Advertisement