Advertisement

Latest News

Jembatan Gantung

By GEDABUZ - Selasa, 25 September 2012

PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-Jembatan Gantung

Komponen jembatan gantung (Gambar 9.32) berupa
− Kabel utama yang menggantung gelagar jembatan
− Menara utama mendukung kabel utama. Kadang-kadang subtower yang lebih rendah diletakkan di antara menara utama dan kabel pengangker untuk mengarahkan kabel menuju pengangkeran.
− Gelagar pengaku, baik gelagar solid-web maupun truss, akan disatukan dengan geladak jembatan
− Penggantung (hanger atau suspender) akan menghubungkan geladak jembatan dengan kabel utama
− Pengangkeran, merupakan angker kabel utama. Biasanya berupa blok beton masif tempat bingkai angker ditanam.
 
Gambar 9.32. Jembatan Gantung
Sumber: Chen & Duan, 2000

Sistem struktur jembatan gantung dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor:
− Jumlah bentang
Jembatan gantung mungkin berupa bentang tunggal, bentang dua, bentang tiga, atau bentang banyak (Gambar 9.33). Jumlah menara utama satu untuk bentang dua, dua untuk bentang tunggal dan bentang tiga, dan lebih dari dua untuk bentang banyak. Jembatan gantung bentang dua jarang digunakan karena kurang efisien. Jembatan gantung bentang tunggal mempunyai backstays lurus. Jembatan gantung bentang tiga yang paling umum dipakai terutama untuk jembatan bentang panjang dengan perbandingan bentang samping – bentang utama 0.2 – 0.5. Meskipun jembatan gantung bentang banyak jarang digunakan karena fleksibilitasnya besar, dapat diterapkan untuk dipelajari melintasi selat di masa mendatang. Perhatian utama untuk jembatan gantung bentang banyak adalah perencanaan menara antara dan kabel pendiriannya.

− Urutan pengakuan gelagar.
Pengakuan gelagar secara sederhana didukung pada setiap bentang atau menerus melewati dua atau lebih bentang. Bentuk itu disebut dua sendi dan umumnya digunakan untuk jembatan jalan. Meskipun gelagar menerus dengan pendukung antara tidak ekonomis, hal itu menguntungkan untuk jembatan rel untuk meningkatkan kelancaran kereta api.
 
Gambar 9.33. Jembatan gantung bentang satu, tiga , dan banyak
Sumber: Chen & Duan, 2000

− Pengaturan gantungan
Gantungan ada yang vertikal maupun horisontal. Bahkan kini stuktur gantung dibuat seperti rangka batang yang disatukan dengan kabel utama dan geladak jembatan.

− Metode pengangkeran kabel
Kabel utama jembatan gantung diangkerkan kepada blok angker atau diangkerkan sendiri ke gelagar pengaku.

Follow our blog on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

0 komentar for "Jembatan Gantung"

Leave a Reply

Advertisement