Advertisement

Latest News

Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-


Di banyak seminar penjualan yang saya bawakan pertanyaan di atas
selalu  ditanyakan  oleh  para  peserta...  rupanya  penjual  pemula  yang
seringkali takut menghadapi orang-orang yang kritis.

Pertama anda harus mengenali apakah pertanyaan orang-orang kritis
tersebut pertanyaan ingin tahu atau menjatuhkan? 
Kalau pertanyaan  ingin  tahu berarti orang  tersebut benar-benar  ingin
membeli  produk  anda,  hanya  saja  butuh  informasi  lebih.  Biasanya
orang  semacam  ini  bertanya  dengan  intonasi,  nada  dan  pilihan  kata
yang cenderung positif.

Tapi  kalau  nadanya  sudah  seperti  ingin menjatuhkan  argumen  anda
baik  dari  sisi    produk,  profil  perusahaan  maupun  kredibilitas  anda
sebagai penjual profesional, berarti orang  tersebut  ingin kelihatan  lebih
pintar dari anda.

Kedua lakukan trik ini:
Sederhana....  penuhi  saja  Gengsinya  maka  dia  akan  membeli,
langsung  rubah  bahasa  anda  dan  merendah,  panggil  dia  dengan
sebutan BOS... dan katakan 
”untuk  ukuran  seperti  BOS  ini  ya  saya  bawakan  yang  terbaik  lah...
masak  saya  bawa  barang  murahan,  kan  nggak  mungkin...betul  kan
pak....?...meskipun satu gudang bapak bisa beli percaya saya pak  ini
kualitas unggulan” (untuk mengatasi keberatan harga)

”perusahaan  kita  belum  apa-apa  kok,  tapi  saya  rasa  bapak  lebih
cermat  dan  arif  dalam menganalisa,  jujur  saya  bangga  bisa  bertemu
bapak  dengan  tehnik  analisa  yang  genius....bla...bla..bla”  (untuk
mengatasi kritikannya tentang profil perusahaan anda)

”Saya yakin bapak  lebih pintar dari semua orang yang hanya melihat
dari  luarnya  saja...  untuk  bisa  merasakan  detail  dan  menganalisa
bukannya  lebih baik bapak coba satu dulu.... saya  rasa cara  tersebut
lebih  bijak  dan  sesuai  buat  bapak...(untuk  mengatasi  keberatan
menenai kualitas produk).
Sebagai  penjual  profesional,  saya  senang  sekali menghadapi  orang-
orang yang sengaja bertanya dengan pertanyaan yang menjatuhkan...
karena secara  tidak sadar dia memperlihatkan kelemahannya sendiri,
berarti  konsumen  tersebut  memiliki  rasa  ingin  dihargai  yang  sangat
tinggi...ya...  itu makanan empuk, dan semua orang bisa menjual pada
orang-orang  dengan  gaya  seperti  itu,  yang  penting  bisa memuji...itu
cukup.

Gengsi sangat berkaitan dengan Greedy (keserakahan) yang menjadi
bahasan utama kita kali ini.
PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-


Merek biasa juga bisa dibeli dengan mahal - karena Gengsi
Kalau  merek-merek  di  atas  memang  diciptakan  untuk  menjangkau
kalangan  kelas  atas,  di  kasus  ini  semua  merek  bisa  dibeli  hanya
karena gengsi. 
Berapa  harga  sebotol  coca-cola  di  supermarket?  Rata-rata  1200
rupiah.

Kalau di jual di Grand Hyatt ? wah... bisa 15 – 20 ribu sebotolnya.

Apa  yang  terjadi disini? Botolnya  sama, produknya  sama, ukurannya
sama,  bahannya  sama,  bahkan  pabriknya  pun  sama....  benar-benar
sama.

Yang berbeda  lokasinya, di Hotel-hotel berbintang disediakan minibar
yang berisi minuman dan snack sama seperti yang sering anda jumpai
di supermarket.
Harganya  minimal  10  kali  lipat  dari  harga  biasa, mengapa?  Karena
yang membeli mampu membelinya,  dan  saya  rasa  jarang  sekali  ada
tamu  hotel  berbintang  yang  sengaja  keluar  hotel  untuk  mencari
minuman murah.... meskipun mahal  ya  tetap  saja dibeli....  sekali  lagi
karena Gengsi.

Apakah hanya kalangan menengah keatas yang bisa membeli karena
gengsi?

Tidak...  coba  anda  perhatikan  di  lingkungan  perumahan  tipe  21,
konsep ini sering digunakan oleh para sales sepeda motor.

Kalangan menengah kebawah juga punya gengsi (nb: itulah penyebab
utama kehidupannya tidak berubah). 
Banyak  sekali  orang  membeli  motor  karena  tetangganya  kemarin
habis beli motor. Hanya sekedar ingin menunjukkan bahwa dia mampu
membeli.

Jadi  seorang  sales  yang  berhasil  menjual  di  suatu  tempat  (misal
perumahan)  dapat  dipastikan  ordernya  akan  berkesinambungan  di
tempat yang sama.

Menurut  Rudi  (seorang  sales  motor  yamaha),  setelah  dia  berhasil
menjual  di  sebuah  perumahan,  keesokannya  ia  mendatangi  para
tetangga  konsumennya  tersebut dan mengatakan  :  ”Pak X  baru  saja
beli motor dari saya, mumpung promo pak, bapak ambil sekalian nanti
saya bantu urus kreditnya...”

”Itu  adalah  bahasa  yang  paling  ampuh”  menurut  penuturan  Rudi.
Sebagian  besar  mau  nyicil  motor  yang  ia  jual.  Dengan  cara  itu
targetnya selalu tercapai tiap bulannya.
Ya... Gengsi bisa menjadi kekuatan anda.
PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-


Konsep yang satu  ini begitu menonjol di kalangan masyarakat negeri
kita. Ya.... Membeli Karena Gengsi.

Aneh tapi nyata ... jarang dilihat tapi ini fakta

Berapa  banyak  konsumen  yang  membeli  barang  entah  itu  mobil,
motor, handphone maupun rumah tinggal karena gengsi atau prestige
nya?

Handphone pada prinsipnya bisa didapatkan hanya dengan harga 300
ribu  rupiah,  tentunya  sudah  komplit  fungsinya  secara  umum,  bisa
telepon dan sms.

Bagaimana dengan komunikator yang seharga diatas 10 Juta? Tentu
saja fungsinya sama, bisa telepon dan sms. 

Memang ada fungsi-fungsi tambahan seperti security, camera, koneksi
GPRS  dan  3G  yang memungkinkan  untuk menelpon  sambil melihat
wajah  lawan  bicara  melalui  video  streaming.  Tapi  tetap  saja  80%
penggunaannya ya untuk telepon dan sms.

Mengapa  Hanphone  mahal  juga  masih  laku?  Malahan  laris  seperti
kacang goreng? 

GENGSI...!
Kalau anda adalah seorang Pengusaha yang memiliki 17 perusahaan
beromset milyaran perbulannya masa’ sih mau pakai handphone layar
hitam putih seharga 300ribu-an? Apa kata klien atau relasi bisnis anda
nantinya?

Kalau anda mengunjungi sebuah toko buku seperti Gramedia, di sana
tersedia alat tulis yang begitu lengkap. Mereknya bervariasi mulai dari
seharga seribu rupiah sampai Mont Blanc  seharga tujuh juta lebih
sedikit.

Orang awam pasti berfikir, siapa yang beli ya.... anda tahu, ketika saya
pergi menghadiri meeting yang dihariri oleh para pengusaha, rata-rata
mereka memakai ballpoint tersebut.
Kalau  anda  juga  pengguna  ballpoint  jenis  tersebut,  anda  pasti  juga
merasakan, menulis dengan  lebih mantap, yakin, penuh percaya diri,
kreatif  dan begitu  powerfull.... apalagi  kalau  sedang menandatangani
cek,  atau  rekening  dengan  jumlah  yang  besar....  asli...rasanya
memang tak terlupakan.

Konsep  ini  juga  digunakan  oleh  beberapa  brand  seperti  Harley
Davidson,  Tji  Sam  Soe,  BMW,  maupun  Mercedes  Benz.  Para
konsumennya  sudah  jelas,  yaitu  para  kelas  atas  yang  tidak
mempertimbangkan  harga  maupun  kebutuhan,  tetapi  cenderung  ke
kualitas gaya hidup, atau dengan kata lain ”membeli karena gengsi”.
PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-



Ingatkah  masa  sekolah,  sewaktu  pertama  kali  kita  menerima
pelajaran biologi  tentang reproduksi manusia? Bukankah kita  lebih
memperhatikan lebih serius.... sekali lagi... itu naluri alam manusia.

Sewaktu  saya  masih  menjadi  agen  asuransi  (masa  kuliah  dulu)
manager saya pernah berkata ”ajak temanmu wanita yang menarik
penampilannya untuk jadi partner pasti penjualanmu meningkat”. 

Waktu  itu  saya  kira  bercanda...  tetapi  memang  demikian
kenyataannya,  makanya  sebagai  penjual  haruslah  kita
berpenampilan menarik sebisa mungkin. 
Pakaian rapi, wangi, sepatu mengkilap, rambut di  tata dengan gel,
kalau wanita pakai pakaian sesuai mode kantoran dll.

Banyak  orang  bilang  ”jangan  melihat  seseorang  dari
penampilannya”  tapi  percayalah  semua  pembeli  melihat
penampilan penjualnya pada saat pertama kali bertemu.

Seperti  iklan  parfum  yang  sedikit  nakal  ”Kesan  Pertama  Begitu
Menggoda.... Selanjutnya Terserah Anda.”.
PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-

Melanjutkan  keturunan  adalah  alasan  berikutnya  mengapa
manusia ada di dunia ini. Otak primitif kita selalu merespon semua
hal  yang  berkaitan  dengan  melanjutkan  keturunan  secara  lebih
cepat dibandingkan merespon hal lain.

Iklan di TV yang menampilkan wajah cantik dan  tubuh seksi akan
diperhatikan  lebih  sering  dan  lebih  lama,  maka  produknya  juga
akan diingat oleh konsumen.

Coba  anda  perhatikan  sekali  lagi,  berapa  banyak  iklan  yang
menampilkan artis cantik dan ganteng....?

Banyak  sekali,  tentunya  lbih  banyak  daripada  yang  tidak
menampilkan.  Kerena  kecantikan  dan  kegantengan  artis  tersebut
memenuhi kebutuhan yang satu ini yaitu ”melanjutkan keturunan”.
Video  porno  yang  tidak  pernah  diiklankan  di  Indonesia  saja  laris
manis dibajak sana bajak sini... yah memang  itu memenuhi naluri
manusia yang paling mendasar. 
Semakin  dilarang  oleh  pemerintah,  peredarannya  semakin marak
di masyarakat. 

Apakah  pemerintah  kita  tidak  serius  menangani  hal  ini?  Siapa
bilang,  berbagai  upaya  telah  dilakukan  dalam  bentuk  razia mulai
dari  rental  vcd  sampai  ke  penjual  bahkan  penggandanya  pun
sudah  banyak  yang  tertangkap....  belum  lagi  dukungan  dari  LSM
dan  OrMas  yang  gencar-gencarnya  menentang  peredaran  film
terlarang tersebut.

Tetap saja banyak yang tergiur, sekali lagi karena naluri mendasar
manusia adalah untuk melanjutkan keturunan.

Saya  rasa,  informasi  ini  dapat  dimanfaatkan  secara  positif  dan
tetap  memperhitungkan  norma-norma  sosial,  maka  kekutannya
akan lebih DAHSYAT lagi dan aman.
PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-


Kalau sebagian besar orang ditanya: ”mengapa anda bekerja keras
dari  pagi  sampai  sore  selama  bertahun-tahun?”  jawabannya
sederhana, ”untuk memenuhi kebutuhan”.

Bisnis  kesehatan  merupakan  bisnis  yang  menggiurkan,  nama-
nama  besar  seperti  Konimex,  Kalbe  Farma  dan  beberapa
perusahaan obat lainnya menjadi raksasa bisnis di Indonesia.

Bahkan  perusahaan MLM  yang  besar  pun  pada awalnya menjual
nutrisi  atau  suplemen  untuk meningkatkan  kesehatan  tubuh. Dari
situlah  muncul  banyak  kesaksian  kemudian  jaringannya  melebar
bahkan  ada  yang  sampai  ke  berbagai  negara  dalam waktu  yang
sangat singkat. 
Mengapa demikian?

Alasannya sederhana: semua orang mau sehat (bertahan hidup).
 Kalau  anda  adalah  seorang  distributor  produk  kesehatan  yang
telah  teruji  (banyak  kesaksian)  sudah  dapat  dipastikan,
keberhasilan  anda  jauh  lebih  cepat  lagi. Karena  faktor  kebutuhan
terpenting  akan  kesehatan  (bertahan  hidup)  ada  di  dalam  produk
anda.

Tinggal  anda  ikuti  sistem  dan  para  upline  anda maka  anda  akan
sukses seperti mereka.

PERHATIAN BUAT PARA PEMBACA NEWS.TITUIT.COM
  • Sebagian Artikel Berita Foto Video news.tituit.com ini berasal dari berbagai sumber yang ada di internet .
  • Hak cipta Artikel,berita,foto,video news.tituit.com menjadi milik sumber berita ,artikel,video,foto dan materi terkait.
  • News.tituit.com tidak ada maksud untuk membajak hak cipta karya manapun.
  • Artikel,berita,foto,video materi news.tituit.com semata mata hanya untuk documentasi , selanjutnya untuk di manfaatkan sebagai media berbagi informasi dan silaturrahmi.
  • Segala metari news.tituit.com hanya untuk pembelajaran guna menanamkan suka baca dan tulis .
  • Jika ada yang tidak berkenan tulisanya di tampilkan di news.tituit.com , kami harap untuk melapor kepada admin, kami tidak keberatan untuk menghapus materi tersebut.
  •  Jika materi ini bermanfaat , saran kami jangan lupa memberi konstribusi kepada sumber materi terkait.
  • Bila ada materi yang tidak di sebutkan sumbernya , kami mohon maaf.
Demikian pengumuman singkat terkait materi yang ada di news.tituit.com dan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih, dan selamat membaca.
-


Sadar  ataupun  tidak  sadar,  otak  primitif  manusia  (naluri)  pada
prinsipnya hanya bertugas untuk:
1.  Bertahan hidup
2.  Melanjutkan keturunan

Percaya atau  tidak hanya  itulah sebetulnya kebutuhan dasar manusia
yang  kemudian  berkembang  menjadi  kebutuhan  akan  sandang,
pangan dan papan (baca: pakaian, makanan dan tempat tinggal).

Kemudian  kebutuhan  tersebut berkembang  lagi menjadi 6  kebutuhan
gaya hidup seperti: 
•  religi/spiritual, 
•  kesenangan, 
•  materi/uang/kekayaan, 
•  sosial/relasi/komunikasi,
•  kesehatan/olahraga fisik, 
•  dan amal/kebutuhan untuk memberi.
Tetapi  pada  intinya  tetap  dua  yaitu  bertahan  hidup  dan melanjutkan
keturunan.
Artinya,  jika produk atau  jasa yang anda  jual sudah menyangkut dua
kebutuhan  tersebut  dengan  sangat  tepat,  maka  berpapun  akan
dibayar.




Advertisement